PompaHidraulik Ram merupakan teknologi tepatguna. Pompa ini dapat memompa air dari tempat yang rendah ke tempat yang tinggi. Pompa Ram adalah pompa hemat energi, karena tidak menggunakan bahan bakar minyak maupun gas dan juga tidak menimbulkan pencemaran, pompa bekerja dengan memanfaatkan tenaga air ( palu air ).
Caramembuat kerajinan tangan lampu hias gantung dari kardus bekas Hai,, ketemu lagi dengan saya isma dikesempatan kali ini mari kita belajar membuat sendiri lampu hias sederhana dari bahan baku kardus saja ke topik kita Cara membuat kerajinan tangan lampu hias gantung dari kardus bekas - Kardus bekas merupakan limbah non organik yang sering kita temui di sekitar kita.
TeknologiTepat Guna - Teknologi Tepat Guna sebenarnya dapat didefinisikan sebagai penerapan teknologi (IPTEK) sesuai dengan sesuai dengan kebutuhan daerah pengembangnya yang tentunya bersifat positif seperti ramah lingkungan dan ramah sosial, dengan kata lain Teknologi Tepat Guna adalah sebuah teknologi yang ditemukan atau diciptakan dengan tujuan untuk semakin meningkatkan atau membuat
KeuntunganMenggunakan Mesin Pengayak Kompos Andaro. Mempunyai bentuk dan desain sederhana. Hal ini akan memudahkan Anda mengoperasikan mesin walau Anda belum berpengalaman menggunakannya. Meski demikian, konstruksi mesin tetap kokoh agar mampu menampung kapasitas ayakan kompos sampai 500 kilogram; Seperti halnya pengayak tertutup, mesin
TeknologiTepat Guna (TTG) Kesehatan Lingkungan di Bapelkes Lemahabang. Materi modul ini terdiri dari 5 sub pokok bahasan yaitu pengertian, jenis dan sumber sampah, sistem pengelolaan sampah, pengelolaan terdiri dari kardus-kardus yang besar, kertas dan lain-lain. 3. Industri Sampah yang berasal dari daerah inustri termasuk smpah
maupunke Kota‐kota besar yang ada di Jawa Timur, di mana saat ini produk Home Industri Sepatu dijual dalam Kardus Polos sederhana dengan harga hanya Rp 500.000/Kodi (satu kodi 20 kotak). Kedua usaha kecil tersebut sejak berdiri sampai sekarang belum pernah mendapat bantuan modal dalam bentuk apapun dari pihak lain, menurut informasi banyak yang
. “SPEAKER DARI KARDUS” DISUSUN OLEH KELOMPOK III v MITA DAHLIANA v NIA ALFITRIYANI v RAHMAWATI D v ROBY FIRGIANTO v SITI YENA NURAZIZAH v SYIFA YUSRINA v TANTI HUSNUL HULUKI KELAS IB / PENDIDIKAN BIOLOGI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA 2013 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pertumbuhan dan perkembangan teknologi pada saat ini bergerak sangat cepat. Hal ini mengakibatkan tingkat kebutuhan masyarakat akan teknologi menjadi sangat tinggi. Dan dalam rangka meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan teknologi, dibutuhkan teknologi yang bersifat produktif dan efisien. Pada dasarnya dimasyarakat telah berkembang suatu teknologi tradisional atau lebih dikenal dengan “teknologi tepat guna” yang digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. Dan dikalangan muda juga telah berkembang teknologi tepat guna yang mampu menunjang kebutuhan mereka dengan penggunaan teknologi tepat guna yang mudah, murah, dan efisien dalam penggunaanya yang mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Salah satu teknologi yang dibuat oleh kalangan muda adalah speaker yang dapat meningkatkan suara dari bermacam peralatan elektronik dan dapat dibuat sendiri. B. Rumusan masalah Berdasarkan latar belakang diatas , adapun rumusan masalahnya adalah 1. Apa yang dimaksud dengan teknologi tepat guna ? 2. Apa fungsi dan manfaat teknologi tepat guna ? 3. Apa yang dimaksud speaker ? 4. Bagaimana cara pembuatan speaker dari kardus ? 5. Apa fungsi dari speaker yang terbuat dari kardus ? C. Tujuan Berdasarkan latar belakang dan rumusan makalah diatas adalah, adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui tentang teknologi tepat guna dan salah satu barang teknologi tepat guna yaitu speaker dari kardus. BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Teknologi Tepat Guna Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Teknologi tepat guna adalah suatu alat yang sesuai dengan kebutuhan dan dapat berguna serta sesuai dengan fungsinya. Secara teknis Teknologi Tepat Guna merupakan jembatan antara teknologi tradisional dan teknologi maju. Oleh karena itu aspek-aspek sosio-kultural dan ekonomi juga merupakan dimensi yang harus diperhitungkan dalam mengelola teknologi tepat guna. Dari tujuan yang dikehendaki, teknologi tepat guna haruslah menerapkan metode yang hemat sumber daya, mudah dirawat, dan berdampak polutif minimalis dibandingkan dengan teknologi arus utama, yang pada umumnya beremisi banyak limbah dan mencemari lingkungan. Istilah ini biasanya diterapkan untuk menjelaskan teknologi sederhana yang dianggap cocok bagi negara-negara berkembang atau kawasan perdesaan yang kurang berkembang di negara-negara industri maju. Bentuk dari "teknologi tepat guna" ini biasanya lebih bercirikan solusi "padat karya" daripada "padat modal". Kendati perangkat hemat pekerja juga digunakan, ia bukan berarti berbiaya tinggi atau mahal ongkos perawatan. Pada pelaksanaannya, teknologi tepat guna seringkali dijelaskan sebagai penggunaan teknologi paling sederhana yang dapat mencapai tujuan yang diinginkan secara efektif di suatu tempat tertentu. Di negara maju, istilah teknologi tepat guna memiliki arti yang berlainan, seringkali merujuk pada teknik atau rekayasa yang berpandangan istimewa terhadap ranting-ranting sosial dan lingkungan. B. Fungsi dan Manfaat Teknologi Tepat Guna Fungsi 1. Menghemat biaya, karena tidak membutuhkan banyak biaya. 2. Teknis cukup sederhana untuk dilakukan dan untuk dipelihara. 3. Mempermudah pekerjaan atau pemenuhan akan kebutuhan hidup. Manfaat teknologi tepat guna Teknologi tepat guna mampu meningkatkan taraf hidup serta kesejahteraan masyarakat. Teknologi tepat guna dapat mempermudah dan mempersingkat waktu pekerjaan dan mampu memenuhi kebutuhan. Masyarakat mampu mempelajari, menerapkan, memelihara teknologi tepat guna dalam bebagai kebutuhan Masyarakat bisa lebih cepat memenuhi kebutuhannya karena proses pembuatan teknologi tepat guna bisa dilakukan sendiri. Hasil akan lebih memuaskan, cepat, tepat, hemat. C. Pengertian Speaker Secara umum pengertian speaker adalah perangkat elektronika yang terbuat dari logam dan memiliki membran, kumparan, serta magnet sebagai bagian yang saling melengkapi. Tanpa adanya membran, sebuah speaker tidak akan mengeluarkan bunyi, demikian juga sebaliknya. Fungsi tiap bagian pada speaker saling terkait satu sama lain. Fungsi speaker secara keseluruhan adalah mengubah gelombang listrik dari perangkat penguat audio menjadi gelombang suara atau getaran. Proses pengubahan gelombang elektromagnet menjadi gelombang bunyi tersebut dapat terjadi karena aliran listrik dari penguat audio dialirkan kedalam kumparan dan terkena pengaruh gaya magnet pada speaker, sesuai dengan kuat lemahnya arus listrik yang diterima, maka getaran yang dihasilkan pada membran akan mengikuti dan jadilah gelombang bunyi yang dapat kita dengarkan. Pada umumnya jenis speaker ada tiga macam berdasarkan tinggi rendah bunyi yang dihasilkannya. Speaker dengan keluaran nada rendah biasa disebut woofer, speaker yang menghasilkan bunyi vokal atau nada menengah disebut midrange, sedangkan speaker dengan bunyi keluaran nada tinggi disebut twitter. Speaker yang kita jumpai pada perangkat komputer pada umumnya sudah dilengkapi dengan audio sistem yang ada didalamnya. Sedangkan speaker pada pesawat radio, televisi, dan perangkat lainnya biasanya berupa speaker terpisah. Masalah muncul ketika kebutuhan akan speaker terkendala masalah seperti biaya dan sulitnya akses membeli speaker. Disinilah peran teknologi tepat guna dalam sarana memenuhi kebutuhan digunakan. Kini dengan sedikit modal dan kreatifitas kita sekarang mampu menmbuat sebuah speaker sederhana yang dapat digunakan pada perangkat seperti handphone dan mp3 player. Speaker sederhana ini dapat dibuat menggunakan kardus. D. Cara Pembuatan Speaker dari Kardus 1. Siapkan kardus bekas seperti kardus gulungan tisu. 2. Siapkan gunting dan paku payung. 3. Gunting bagian atas permukaan kardus sesuai bentuk yang diinginkan. 4. Tusuk paku payung di beberapa sisi menyerupai bentuk kaki pada meja. 5. Speaker siap untuk digunakan pada alat yang diinginkan. E. Fungsi dari Speaker yang Terbuat dari Kardus Fungsi dari speaker kardus ini adalah untuk memperbesar volume perangkat yang digunakan dengan speaker kardus. Speaker ini akan meningkatkan volume suara dari perangkat agar lebih besar. Selain fungsi diatas kita juga dapat meningkatkan kemampuan berkreativitas dalam membuat teknologi tepat guna untuk memenuhi kebutuhan kita yang bersifat mudah dibuat, hemat biaya, dan dapat dibuat sesuai keinginan sendiri. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Teknologi tepat guna merupakan teknologi yang telah ada dan berkembang di masyarakat. Sebelum menggunakan teknologi tepat guna ada baiknya kita menentukan fungsi dan manfaat dari teknologi tepat guna agar sesuai dengan kebutuhan yang akan dipenuhi. Sehingga penggunaan teknologi tersebut dapat dirasakan manfaatnya secara maksimal. Speaker sebagai sarana peningkat suara dari suatu perangkat merupakan salah satu aplikasi dari teknologi tepat guna. Ketika kebutuhan akan speaker menjadi kendala sendiri, kita dapat memanfaatkan kreativitas kita untuk membuat speaker yang sesuai dengan keinginan kita sendiri, hemat biaya, dan mudah di buat. B. Saran Teknologi tepat guna apabila dapat dimanfaatkan dengan baik maka akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat tidak hanya dalam memenuhi kebutuhaan tetapi juga sebagai sarana untuk mengasah kreativitas. DAFTAR PUSTAKA
Teknologi tepat guna adalah teknologi yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan bahan yang mudah didapatkan dan tidak memerlukan biaya besar. Salah satu teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan adalah teknologi tepat guna sederhana dari kardus. Kardus Sebagai Bahan Tepat Guna Kardus adalah bahan yang terbuat dari kertas yang digunakan untuk membungkus atau mengemas barang. Kardus sangat mudah didapatkan dan seringkali menjadi limbah yang sulit untuk didaur ulang. Namun, kardus juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan teknologi tepat guna sederhana. Kerajinan dari Kardus Kardus dapat dijadikan bahan untuk membuat kerajinan tangan yang sederhana. Misalnya, kotak pensil dari kardus bekas atau tempat tisu dari kardus yang tidak terpakai lagi. Selain itu, kardus juga dapat dijadikan bahan untuk membuat mainan anak-anak seperti perahu atau mobil kecil. Kardus Sebagai Bahan Bangunan Kardus juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan yang sederhana. Misalnya, kardus dapat dijadikan bahan untuk membuat dinding atau partisi sederhana. Kardus juga dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat atap rumah sederhana. Kardus Sebagai Bahan Penghangat Kardus dapat dimanfaatkan sebagai bahan penghangat yang sederhana. Misalnya, kardus dapat dijadikan bahan untuk membuat tungku atau kompor sederhana. Kardus juga dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat alat penghangat ruangan sederhana. Kardus Sebagai Bahan Alat Musik Kardus dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat alat musik yang sederhana. Misalnya, kardus dapat dijadikan bahan untuk membuat gitar atau drum sederhana. Kardus juga dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat alat musik tradisional yang sederhana. Manfaat Teknologi Tepat Guna Sederhana dari Kardus Manfaat teknologi tepat guna sederhana dari kardus adalah sebagai berikut Mengurangi limbah kardus yang sulit didaur ulang Menghemat biaya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Mengurangi penggunaan bahan-bahan yang mahal dan sulit didapatkan Meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar kita Kesimpulan Teknologi tepat guna sederhana dari kardus adalah salah satu contoh teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan biaya yang murah dan bahan yang mudah didapatkan. Kardus dapat dijadikan bahan untuk membuat kerajinan tangan, bangunan sederhana, alat penghangat, alat musik sederhana, dan masih banyak lagi. Dengan memanfaatkan kardus sebagai bahan teknologi tepat guna sederhana, kita dapat mengurangi limbah kardus yang sulit didaur ulang, menghemat biaya, dan meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar kita. 2023-04-14
Berbagi informasi dan menginspirasi dengan berita terupdate saat ini Primary Navigation Menu Menu Home Kesehatan Lifestyle Traveling Gadget Olahraga Property Teknologi Blog Kontak Kami Terms and Conditions Privacy Policy Disclaimer Contoh Teknologi Tepat Guna Pramuka 2023-05-17 Pramuka adalah organisasi yang memiliki tujuan untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, mandiri, dan memiliki kepedulian sosial. Salah satu cara yang dilakukan oleh Pramuka untuk mencapai tujuan tersebut adalah dengan mengajarkan teknologi tepat guna kepada para anggota Pramuka. Definisi Teknologi Tepat Guna Teknologi tepat guna adalah teknologi yang sederhana, murah,Continue Reading Teknologi Tepat Guna Sederhana dari Kardus 2023-04-14 Teknologi tepat guna adalah teknologi yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan bahan yang mudah didapatkan dan tidak memerlukan biaya besar. Salah satu teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan adalah teknologi tepat guna sederhana dari kardus. Kardus Sebagai Bahan Tepat Guna Kardus adalah bahan yang terbuat dari kertas yangContinue Reading
SMP Islam Terpadu Permata SMP Islam Terpadu Permata atau yang dikenal dengan Sparta, semakin dikenal masyarakat melalui prestasi peserta didiknya. Baik prestasi akademik maupun nonakademik. Di masa pandemi Covid-19, siswa juga tetap kreatif dan inovatif hingga berhasil meraih prestasi teknologi tepat guna berupa produk hand sanitizer berbahan alami daun kersen dengan mesin sensor otomatis sederhana dari kardus. PRESTASI membanggakan tersebut diraih Tim Pramuka Garuda Sparta dalam lomba Pramuka Giat Prestasi Penggalang yang digelar SMAN 1 Kota Mojokerto, 29 Januari 2022. Pada ajang yang diikuti dari berbagai SMP Se-Mojokerto Raya ini, SMPIT Permata mengirim dua tim pramuka. Yakni regu Rajawali dan regu Anggrek yang masing-masing beranggotakan 10 siswa. Kepala SMPIT Permata Agustin Wahyuningtyas mengungkapkan, masa pandemi membuat kegiatan siswa terbatasi, termasuk dalam kegiatan perlombaaan. Sehingga, digelarnya ajang Pramuka Giat Prestasi Penggalang menjadi kesempatan untuk mengobati rasa rindu peserta didik Sparta untuk berkompetisi. ”Terdapat serangkaian Lomba Giat Prestasi Penggalang, salah satunya ada perlombaan teknologi tepat guna TTG,” paparnya. - KREATIF Regu Rajawali Tim TTG menunjukkan hasil produksi hand sanitizer berbahan dasar daun kersen dan mesin sensor otomatis sederhana dari kardus. Pada perlombaan TTG, siswa SMPIT Permata regu Rajawali membuat hand sanitizer dari bahan alami daun kersen dengan mesin sensor otomatis sederhana dari kardus. Regu tersebut beranggotakan Akmal Fardan Islamay dari kelas 8B serta Raihan Abdurrahman Rasyid dan Zuban Muzammil dari kelas 8A. ”Alhamdulilah, berkat ide yang unik ini membuat sekolah kami mendapatkan Juara 3 Lomba Giat Prestasi Penggalang Se-Mojokerto Raya cabang perlombaan TTG,” paparnya. Menurutnya, keberhasilan regu Rajawali ini tidak diperoleh secara mudah. Mengingat, produk hand sanitizer dibutuhkan waktu dan proses pembuatan yang cukup lama. Dia menjelaskan, awal mula dipilihnya daun kersen sebagai bahan campuran dalam membuat hand sanitizer karena pohon tersebut tumbuh di lahan Yayasan SIT Permata Kota Mojokerto. Selain itu, kandungan saponin, tanin, dan flavonois yang terdapat pada bagian daun kersen juga memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri. ”Sehingga kandungannya cocok sebagai bahan hand sanitizer,” papar Agustin. Proses pembuatan hand sanitizer dimulai dengan memetik daun kersen. Kemudian daun dibersihkan dan diproses pengeringan menggunakan oven dengan suhu tertentu. Setelah kering, daun ditumbuk hingga menjadi serbuk dan dicampur dengan air untuk mendapatkan ekstraknya. Dari ekstrak tersebut, proses berlanjut dengan penyaringan untuk memperoleh hasil yang lebih jernih. Dan, langkah akhir dicampur dengan alkohol dan bahan lainnya hingga menjadi hand sanitizer siap pakai. ”Semua aktivitas membuat hand sanitizer dilakukan di Laboratorium IPA SMPIT Permata,” tandasnya. Tak hanya itu, peserta didik Sparta juga mampu membuat mesin sensor otomatis sederhana dari kardus. Dengan memanfaatkan kardus bekas yang dirangkai dengan alat sensor, alat ini menjadi media untuk menggunakan cairan hand sanitizer otomatis tanpa tombol. ”Cukup dengan gerakan tangan, maka cairan hand sanitiser akan keluar dan langsung menyemprot ke telapak tangan,” ulasnya. Agustin menambahkan, pembuatan produk hand sanitizer dengan bahan alami juga diterapkan seluruh siswa kelas 7 SMPIT Permata. Hanya saja, bahan baku dibuat dari daun sirih dan lemon sebagai bentuk tugas kokurikuler. ”SMPIT Permata Kota Mojokerto tidak hanya memberikan pembelajaran dalam bentuk materi saja, tetapi juga praktik sesuai dengan kebutuhan yang sedang terjadi. Contohnya di masa pandemi kebutuhan hand sanitizer dengan memanfaatkan bahan yang ada di sekitar sekolah,” pungkasnya. ram/ron
Selain dari sekolah atau kuliah, saya sempat menjadi PMI di Korea Selatan, tepatnya di bidang otomotifBandarlampung ANTARA - Pengembangan dan inovasi teknologi tepat guna terus digaungkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi untuk kesejahteraan melalui pemberdayaan masyarakat desa. Selama sepekan Gelaran Teknologi Tepat Guna Nusantara GTTGN Ke-24 berlangsung di Kota Bandarlampung. Provinsi Lampung kali ini ditunjuk menjadi tuan rumah kegiatan pengembangan serta pameran inovasi teknologi yang dibuat dari desa dan bermanfaat untuk desa. Dalam gelaran tersebut, selain didaulat sebagai tuan rumah, Provinsi Lampung berhasil meraih prestasi karena salah satu perwakilannya berhasil meraih juara pertama inovasi pengembangan teknologi tepat guna yang terwujud dalam bentuk mesin bajak roda satu. Inovasi pengembangan teknologi pertanian berupa mesin bajak roda satu itu merupakan pemikiran dan inovasi warga Desa Simpang Agung, Kecamatan Seputih Agung, Kabupaten Lampung Tengah. Aryanto merupakan sosok penggemar bidang teknik mesin dan memiliki motivasi besar untuk mengembalikan semua sarjana ke desa guna membangun desanya. Pria ini menjadi pemikir utama terciptanya alat mesin pertanian berupa mesin bajak roda satu di Lampung. Pria yang sejak tingkat sekolah menengah kejuruan SMK hingga strata dua S-2 memilih konsentrasi keilmuan di jurusan teknik mesin itu termotivasi menciptakan mesin bajak roda satu, setelah kerinduannya membantu petani di desanya yang kesulitan dalam mengelola lahan pertanian karena belum memanfaatkan mekanisasi pertanian. Awal tergerak setelah ia melihat petani punya permasalahan di pertanian jagung karena proses pembajakan hingga pascatanam harus menggunakan sapi atau cangkul yang cukup melelahkan. Maka dibuat inovasi mesin bajak roda satu. Dari sini kemudian dikembangkan lagi dan ternyata bisa digunakan untuk beberapa fungsi lainnya untuk memudahkan kerja petani. Aryanto warga Kabupaten Lampung Tengah yang menjadi juara dalam gelaran teknologi tepat guna ke-24 tengah memaparkan hasil inovasinya. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi. Menurut pria berbadan tegap dan berkulit sawo matang itu, mesin bajak roda satu itu dirakit satu persatu dari lempengan besi lalu dipasangkan penggerak berupa pinwheel dan rasio pulley yang lebih mudah diperbaiki bila ditemukan kerusakan saat penggunaan oleh konsumen dibandingkan menggunakan gear box layaknya mesin pertanian pada umumnya. Pengetahuan dan keahlian desain hingga pengerjaan karya inovasi teknologi tepat guna di bidang mekanisasi pertanian itu tidak hanya didapatkan dari lingkungan pendidikan. Ia juga dapatkan dari pengalaman kerja sebagai pekerja migran Indonesia PMI di bidang otomotif di Negeri Ginseng beberapa tahun silam. "Selain dari sekolah atau kuliah, saya sempat menjadi PMI di Korea Selatan, tepatnya di bidang otomotif," ucapnya dengan antusias. Jadi, dari kerja di luar negeri itu ia serap ilmunya lalu diterapkan di kampung halaman. Selain itu dari kerja merantau ke negeri orang itu juga bisa mengumpulkan modal untuk membuat berbagai mesin ini. Namun dalam pengembangan inovasi teknologi tepat guna tersebut tidaklah selalu melalui jalan yang mulus, terlebih lagi hingga merengkuh prestasi yang membanggakan daerah tercinta sebagai pemenang pertama nasional Gelar Teknologi Tepat Guna. Di balik sukses itu, Aryanto sempat berkali-kali mengalami kegagalan hingga kerugian secara finansial. Kisah itu dimulai 10 tahun lalu, tepatnya pada 2013. Pada tahun pertama proyek inovasi mesin pertanian mulai dikerjakan, banyak kendala dalam desain mesin. Lebih dari lima kali uji coba selama bertahun-tahun, mesin itu selalu mengalami kegagalan fatal. Untuk bisa mencapai tingkatan sempurna agar mudah digunakan, pria yang menjadikan inovasinya ini sebagai bahan penelitiannya untuk melanjutkan pendidikan tinggi hingga jenjang strata dua ini, mengalami lima kali kegagalan uji coba hingga memakan waktu 6 tahun lamanya. Dalam pengembangan inovasi itu, Aryanto harus merogoh dana pribadi dengan mengajukan pinjaman ke bank serta menguras tabungan hasil kerja keras sebagai PMI di luar negeri. Sejak desain pertama kali dibuat hingga mencapai hasil akhir, untuk membuat satu mesin bajak roda satu menguras dana sekitar Rp12 juta per unit. Meski telah mencapai keberhasilan dalam pengembangan teknologi tepat guna, ia tak lupa membagikan ilmunya kepada masyarakat sehingga mampu mengurangi pengangguran di desanya. Mesin bajak roda satu itu bisa digunakan multifungsi, dapat mengolah pada masa pratanam dan pascatanam. Pembuatan dan ide ini sudah ditularkan ke warga sekitar, bahkan saat ini empat orang telah bekerja dengannya di CV Arufal Teknik Lampung. Kalau usahanya makin besar maka bisa menampung lebih banyak lagi warga desa. Inovasinya itu pun mampu dikomersialkan dengan memanfaatkan digitalisasi pemasaran di berbagai lokapasar atau marketplace. Penjualan di sekitar Kabupaten Lampung Tengah tercatat mencapai 20 unit, sedangkan untuk provinsi lain telah mencapai lebih dari 100 unit. Rata-raya penjualan per bulan sebanyak empat unit, sedangkan laba per unit Rp1,5 juta. Model mesin bajak roda satu tersebut akan dikembangkan lagi menjadi lebih baik. Pengembangan teknologi tepat guna tersebut tidak hanya satu jenis tapi ada 12 macam produk yang bertujuan untuk mendukung UMKM dalam mengelola usahanya. Dua belas jenis produk teknologi tepat guna itu meliputi alat pembuatan pupuk organik dan nonorganik, alat pengolah ubi kayu menjadi mocaf, alat pengolah sampah, dan berbagai jenis lainnya. Beragam mesin atau alat yang belum dijual di toko itu masih akan dikembangkan dan dibuat inovasinya untuk memudahkan masyarakat, yang tadinya belum bisa menggunakan mesin dapat lebih memanfaatkan mekanisasi dalam setiap pengelolaan usaha, termasuk produk unggulan di Lampung. Rasa bangga dan ungkapan bahagia atas raihan prestasi serta pengembangan teknologi tepat guna yang memberi maslahat masyarakat juga disampaikan oleh Kepala Kampung Simpang Agung, Pramono. Bagi Pramono, dengan diraihnya prestasi tingkat nasional oleh warganya, diharapkan Kampung Simpang Agung dapat makin maju serta mengangkat kesejahteraan masyarakat karena ada getok tular dalam pengembangan ilmu dan inovasi kepada warga sekitar. Tak hanya itu, dengan berprestasinya warganya itu pihak desa juga telah menjadikan Aryanto sebagai salah satu mentor pemberdayaan talenta generasi muda yang ada di Karang Taruna desa, guna mengurangi pengangguran serta meningkatkan kemampuan pemuda desa setempat. "Karang Taruna akan diberdayakan, ini bisa mengurangi pengangguran dan banyak yang sudah bekerja di Bapak Aryanto. Jadi, kemajuan desa juga didukung dari warganya yang mau berkembang dan berinovasi. Kami sangat bangga," tambahnya. Dengan adanya motivasi dari warga desa sebagai inovator pengembangan teknologi tepat guna, Pemerintah pun menyambut dengan terbuka melalui pemberian apresiasi serta memperbolehkan penggunaan Dana Desa sebagai salah satu modal pengembangan teknologi tepat guna di desa. Inovasi Aryanto tersebut menjadi salah satu sistem pengembangan kemajuan dan masuknya teknologi di desa secara terintegrasi. Pemerintah Provinsi Lampung menyarankan desa tersebut menggandeng perguruan tinggi untuk ikut mendampingi usaha inovasi yang dibuat masyarakat desa demi kemajuan dan kesejahteraan warga desa. Aryanto telah menunjukkan bahwa ketekunan, keuletan, serta kemauan kuat belajar mampu membawa kemajuan. Bukan hanya dirinya, melainkan juga untuk desa dan juga bangsa Indonesia. Oleh karena itu pria asal Lampung Tengah itu mengajak warga desa yang telah menimba ilmu di kota dan meraih gelar sarjana, segera pulang membangun kampungnya. Editor Achmad Zaenal MEditor Achmad Zaenal M COPYRIGHT © ANTARA 2023
Teknologi Sederhana yang Sangat Bermanfaat – Perkembangan di dunia nggak akan ada hentinya, yang pastinya akan terus membawa manfaat bagi kelangsungan hidup manusia. Tapi pernahkah terpikirkan oleh kamu tentang teknologi sederhana yang mampu selamatkan dunia? Teknologi Sederhana yang Sangat Bermanfaat Dengan biaya murah dan mampu dikerjakan sendiri alias do-it-yourself DIY, 6 teknologi ini dapat membantu kehidupan banyak orang, khususnya bagi mereka yang mengalami kesulitan ekonomi. Penasaran apa saja teknologi sederhana ini? Inilah 6 Teknologi Sederhana yang Selamatkan Dunia1. Rumah Printer 3D dari Tanah Liat2. Mesin Desalinasi Tenaga Matahari3. Pendingin Ruangan Tanpa Listrik4. Lampu Botol Air Tenaga Matahari5. Mesin Cuci Tenaga Pedal6. Printer 3D dari Barang Bekas Inilah 6 Teknologi Sederhana yang Selamatkan Dunia 1. Rumah Printer 3D dari Tanah Liat Teknologi Sederhana yang Sangat Bermanfaat Inilah printer 3D raksasa yang mampu “mencetak” rumah dengan biaya hanya US$50 alias Rp 665 ribu saja. Bahan yang digunakan pun murah dan mudah didapatkan. Projek rumah ini dikembangkan oleh WASP, sebuah perusahaan di Italia. Dengan ditemukannya rumah printer 3D dari tanah liat ini, kebutuhan akan rumah di berbagai belahan dunia akan terpenuhi tiap tahunnya. Teknologi Sederhana yang Sangat Bermanfaat . 2. Mesin Desalinasi Tenaga Matahari Air bersih sudah menjadi kebutuhan tiap manusia. Namun hal ini masih sulit didapatkan di beberapa tempat di dunia, salah satunya di Gaza. Fayez al-Hindi telah menciptakan mesin desalinasi yang dapat membuat 9,8 liter air bersih per harinya. Teknologi Sederhana yang Sangat Bermanfaat. Desalinasi adalah proses pemurnian air dengan menghilangkan polutan dan garam yang terlalu banyak dalam air. Sejak konflik antara Israel dan Palestina, 90 persen air yang dikonsumsi penduduk Gaza telah tercemar. Melalui penemuannya, al-Hindi telah membantu banyak penduduk sekitar untuk mendapatkan air bersih. 3. Pendingin Ruangan Tanpa Listrik Di tempat yang bertemperatur udara panas, agak susah untuk mendapatkan akses listrik. Eco Cooler menjadi solusi akan kebutuhan masyarakat sekitar akan pendingin ruangan tanpa menggunakan energi listrik. Eco Cooler ditemukan oleh Ashis Paul di Bangladesh. Dengan menggunakan sebuah papan dan botol plastik yang dipotong kemudian disusun, Eco Cooler dapat mengalirkan udara sejuk ke dalam rumah penduduk. Bahkan, penemuan ini dapat menurunkan suhu ruangan hingga 5 derajat Celcius! 4. Lampu Botol Air Tenaga Matahari Di daerah padat penduduk, kebutuhan akan sarana penerangan menjadi sebuah hal penting yang harus dipenuhi. Makanya, Liter of Light hadir di tengah biaya listrik yang cukup tinggi di Manila. My Shelter Foundation memanfaatkan botol plastik yang diisi air dan ditambahkan cairan pemutih untuk dijadikan sarana penerangan. Teknologi Sederhana yang Sangat Bermanfaat Instalasinya pun cukup mudah. Dengan melubangi atap, lampu ini dapat meneruskan cahaya matahari ke dalam rumah penduduk. Pada malam hari untuk membantu penerangan ditambahkan juga lampu LED yang dimasukkan ke dalam air. 5. Mesin Cuci Tenaga Pedal Di saat banyak orang menggunakan mesin cuci, masih banyak penduduk miskin dunia yang mencuci di aliran sungai. Tidak tinggal diam, penemuan baru akhirnya dibuat. Mesin cuci yang menggunakan tenaga pedal ditemukan oleh remaja 14 tahun asal India, Reyma dengan tenaga manusia, mesin cuci ini dikayuh dan tidak menggunakan energi listrik sama sekali. Saat ini, Jose yang sudah berumur 20 tahun, bekerja di India’s National Foundation, yang menciptakan penemuan-penemuan baru untuk membantu warna desa di negara asalnya. 6. Printer 3D dari Barang Bekas Berbekal impian memiliki printer 3D, Kodjo Afate Gnikou malah membuatnya sendiri menggunakan barang-barang bekas. Dengan modal hanya US$100 atau sekitar Rp 1,3 juta saja, Gnikou membuat printer 3D sendiri dari scanner, komputer, printer, dan barang bekas lainnya. Hebatnya lagi, Gnikou adalah member dari salah satu hacker lokal, WoeLab. Nah, itulah 6 penemuan sederhana di dunia yang mampu menyelamatkan dunia. Di tengah keterbatasan, nyatanya para penemu di atas mampu menggunakan barang-barang bekas untuk membantu sesama manusia. Apakah kamu punya ide lain? Share pada kolom komentar ya! About The Author
teknologi tepat guna sederhana dari kardus